May Day dalam Sejarah

1902, Philadelphia, Pennsylvania, USA --- Child labor strike in Philadelphia, Pennsylvania. Photograph 1902 --- Image by © Bettmann/CORBIS

Hari buruh internasional atau yang lebih dikenal dengan May Day diperingati sebagai hari dimulainya kaum buruh menuntut hak ekonomi-politik mereka. Penuntutan ini muncul pertama kali pada awal abad ke-19. Pada era tersebut kapitalisme industri berkembang pesat dan mengubah kondisi dunia terutama di benua Eropa dan Amerika. Pada era ini juga terjadi tindakan eksploitasi kepada kaum buruh dalam menjalankan industri dari para pemilik modal. Pemberian upah yang kurang, pelarangan berorganisasi bagi kaum buruh dan penetapan waktu kerja yang berat, 19 sampai dengan 20 jam per hari, menjadi salah satu tindakan eksploitasi kaum buruh pada saat itu.

Akibat tindakan eksploitasi tersebut penuntutan kaum buruh atas upah yang memadai, pengurangan waktu kerja dan kebebasan untuk berorganisasi bermunculan dimana-mana. Tindakan penuntutan tersebut pertama kali terjadi di Amerika Serikat melalui aksi mogok. Aksi mogok ini terjadi pada tahun 1806 yang dilakukan oleh pekerja Cordwainers yang menuntut penyesuaian waktu kerja yang saat itu terlalu memberatkan.

Tanggal 5 September 1882, terjadi parade kaum buruh yang pertama diadakan di kota New York dengan tuntutan penentuan jam kerja yang lebih baik; 8 jam kerja, 8 jam istirahat, 8 jam rekreasi. Parade ini menjadi tonggak awalnya pergerakan kaum buruh untuk menuntut hak mereka.

Pada tanggal 20 Agustus 1866, terjadi pertemuan antar delegasi dari tiga serikat buruh di kota Baltimore. Dalam pertemuan tersebut disepakati pembentukan National Labor Union yang dipimpin oleh William H. Sylvis yang juga seorang pemimpin Molder’s Union. Sylvis melakukan kontak dengan pemimpin dari First International, organisasi buruh internasional, di London dan membantu N.L.U. untuk membuat relasi dengan General Council of the Internasional.

Sejak saat itu muncul pergerakan-pergerakan kaum buruh yang sistematis di Amerika Serikat. Dan pada tahun 1868 pergerakan kaum buruh akhirnya membuahkan hasil. Hasil tersebut adalah disetujuinya regulasi jam kerja 8 jam per hari oleh Kongres untuk semua perusahaan. Pada tahun 1886 Federation of Organized Trades and Labor Unions mengadakan kongres yang menetapkan 1 Mei sebagai hari perjuangan kelas pekerja dunia. Tujuan penetapan tersebut adalah untuk memberikan semangat baru perjuangan kelas pekerja yang mencapai titik masif di era tersebut.

Buruh, Pergerakan dan Komunisme

Apabila membicarakan buruh dan pergerakan mereka, maka akan kurang bila kita tidak membicarakan ideologi komunis. Dalam sejarahnya, buruh dan komunisme tidak bisa dipisahkan secara total karena keduanya saling memberikan pengaruh dalam perkembangan ideologi komunis. Bahkan di dalam diktat yang disusun oleh Depagitprop (Departemen Agitasi dan Propaganda) CC PKI tahun 1958 mengatakan bahwa ideologi partai komunis (komunisme itu sendiri) adalah ideologi kaum buruh.

Komunisme, menurut Britannica Encyclopedia, doktrin politik dan ekonomi yang menggantikan peran kepemilikan pribadi dan ekonomi yang profit oriented dengan kepemlikian publik dan kontrol komunal atas sarana prasarana produksi dan sumber daya masyarakat.

Mengapa ideologi ini memiliki hubungan yang sangat kuat dengan kaum buruh? Dalam sejarahnya ideologi komunis merupakan sebuah kritik atas tindakan eksploitasi yang berlebihan atas kelas proletar atau lapisan sosial yang paling rendah yang pada waktu itu dikaitkan dengan kaum buruh. Manifesto Partai Komunis yang dibuat oleh Marx dan Engels berkata bahwa tidak adanya perbedaan yang kontras antara pergerakan kaum proletar dengan kaum komunis. Manifesto yang menjadi dasar prinsip-prinsip dasar komunisme dunia ini juga menekankan perlu perlawanan kaum proletar terhadap kaum borjuis yang selama ini mengeksploitasi mereka. Dalam manifesto ini juga menekankan perjuangan kaum proletar untuk bisa setara dengan kaum borjuis dan menyatukannya ke dalam organisasi politik yang sesuai dengan ideologi mereka, partai komunis.

Dalam kasusnya di Indonesia, kaum buruh saat ini sudah memiliki keleluasaan yang lebih dibandingkan sebelumnya. Mereka sudah dapat menyalurkan pendapat mengenai upah yang layak menurut mereka, penuntutan hak-hak mereka yang masih belum tersalurkan bahkan dapat memiliki peran yang penting dari sisi ekonomi-politik Indonesia saat ini. Perkembangan saat ini berbeda dengan saat negara ini baru berdiri.

Pada awal negara ini berdiri, kaum buruh yang memiliki posisi spesial di mata pemerintahan saat itu. Kedekatan PKI dengan Sukarno merupakan penyebabnya. Terjadinya peristiwa G 30 S/PKI telah menghilangkan kedudukan kaum buruh tersebut dan semakin terkekang dalam rezim orde baru. Lengsernya Presiden Suharto membuka kesempatan kaum buruh untuk kembali hadir di dalam pergerakan ekonomi politik Indonesia. Dengan ditetapkannnya Mayday sebagai hari libur nasional pada rezim SBY menunjukkan hadirnya peran kaum buruh di perkembangan ekonomi-politik Indonesia.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s